Friday, November 28, 2008

PERAN TKA-TPA “MEMURNIKAN AQIDAH” SEJAK USIA DINI

A. Maraknya Aliran Sesat
Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya
Pedoman Agar Tak sesat: Baca, Pelajari, Amalkan Al Qur’an dan Hadits
“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]
”Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia pada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik.” [An Nisaa’:59]
“Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
Sesat Jika Melanggar Al Qur’an dan Hadits
Dalam Al Qur’an ada perintah sholat, zakat, puasa, haji, berbuat baik, dan sebagainya. Dalam Al Qur’an juga ada larangan berzina, mencuri, berpecah-belah, fanatik golongan, dan sebagainya. Dalam Hadits juga dijelaskan bermacam-macam perintah dan larangan Allah.

            Jika ucapan dan tindakan pemimpin dan anak buahnya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits (misalnya sholat hanya 1 kali atau mengajarkan perzinahan) maka mereka adalah kelompok sesat.
Rukun Iman  Jika ajaran menyimpang dari rukun Iman, maka dia sesat (Bukhari-Muslim) Rukun Iman: Iman kepada Allah – Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab Suci - Meyakini Al Qur’an sebagai kitab suci yang terakhir, benar, dan terjaga keasliannya. Iman Kepada Rasul. Mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir dan tak ada Nabi/Rasul setelahnya. Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Qadla dan Qadar yang baik/yang buruk
Rukun Islam: Jika ajaran menyimpang dari rukun Islam, maka dia sesat (Bukhari-Muslim). Misalnya jika tidak sholat atau sholat hanya 1 x sehari maka dia sesat.
Mengucapkan 2 kalimat syahadah: Asyhadu al Laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah, Sholat 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya), Puasa bulan Ramadhan, Zakat bagi yang mampu serta Berhaji ke Mekkah jika mampu
Mengingkari Kebenaran Al Qur’an
           Jika meragukan kebenaran Al Qur’an maka dia sesat. Contohnya paham Liberalisme yang meragukan Al Qur’an berdasarkan hadits palsu yang dibuat oleh orientalis:
“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]
“Dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat  yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. “ [Al Baqarah:23]
“Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al Quran.” [Huud:110]
Menafsirkan Al Qur’an Semaunya
         Ciri Aliran sesat adalah menafsirkan Al Qur’an semaunya untuk menimbulkan perpecahan. Ayat Al Qur’an yang jelas tidak perlu ditafsirkan lagi. Ada pun Ayat Al Qur’an yang kurang jelas ditafsirkan dengan memakai ayat Al Qur’an lain yang berkaitan. Jika tak ada dengan hadits Nabi yang sahih. “Dia menurunkan Al Quran kepadamu. Di antaranya ada ayat yang muhkamaat [jelas], itulah pokok isi Al qur’an dan yang lain ayat mutasyaabihaat [tak jelas]. Orang yang condong pada kesesatan  mengikuti ayat-ayat yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah dengan mencari-cari artinya, padahal tak ada yang tahu selain Allah. Orang yang dalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat yang mutasyaabihaat, semua itu dari  Tuhan kami.” [Ali ‘Imran:7]
Mengingkari Hadits Nabi
           Jika mengingkari Hadits/Sunnah Nabi maka sesat. Kelompok ini termasuk kelompok Ingkar Hadits/Sunnah.
”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [An Nisaa’:59]
“Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
Mengakui ada Nabi Setelah Muhammad
          Banyak aliran sesat yang mengaku pimpinannya sebagai Nabi/Rasul setelah Muhammad SAW. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits. ”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al Ahzab:40]
          Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).
Memisahkan Diri dari Jama’ah Islam
         Ada kelompok sesat menganggap seluruh ummat Islam di luar kelompok mereka sesat/bid’ah. Ini kelompok Khawarij yang jumlahnya selalu minoritas. Ikutilah jama’ah terbanyak:
“Dan berpeganglah kamu semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..” [Ali Imran:103]
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin” [At Taubah:107]
“Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku atas kesesatan dan perlindungan Allah beserta orang banyak.” [HR Tirmidzi]
- Sesat jika menganggap hanya kelompoknya yang benar:
- Tidak mau mengaji dengan guru di luar kelompoknya
- Tidak mau sholat dengan orang di luar kelompoknya
- Tidak mau sholat di masjid yang bukan milik kelompoknya.
- Tidak mau membantu orang-orang Islam di luar kelompoknya.
           Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” [Al An’am:159]
“yaitu orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. “ [Ar Ruum:32]
Tips Agar Tak Sesat
Baca dan Pelajari Al Qur’an dan Hadits
        Untuk terjemah Al Qur’an cari yang versi Depag/M Yunus
        Hadits yang sahih dan terkenal ada 6 (Kutuubus Sittah) terdiri dari: Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Imam Ahmad, dan Ibnu Majah, Pelajari juga Asbabun Nuzul: Hadits berisi penjelasan turunnya Al Qur’an serta Bulughul Marom: Hadits kumpulan Ibnu Hajar yang sistematis menjelaskan hukum Islam. Bergurulah dengan banyak guru yang lurus sehingga ada perbandingan.  Ikuti sunnah Nabi dan jangan berpisah dari jama’ah Islam terbesar (Ahlus Sunnah wal Jama’ah).
          Aliran Sesat memberi target kepada pengikutnya untuk merekrut anggota baru di masjid-masjid dan kampus. Hati-hati terhadap guru ngaji yang tidak anda kenal reputasinya meski teman anda yang mengenalkan. Minta referensi dari keluarga dan BEBERAPA teman anda.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” [Al Israa’:36]
Tanya pada para ulama di MUI apakah satu aliran sesat/tidak
“..bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak tahu” [An Nahl:43]
Di situs www.mui.or.id dijelaskan aliran-aliran yang sesat
Referensi: 10 Ciri Aliran Sesat Menurut MUI. Baca juga eramuslim.com
B. Peran TKA-TPA dalam Pemurnian Aqidah Sejak Dini
          Sudah seharusnya, setiap ustadz dan ustadzah selalu menanamkan aqidah yang murni sejak dini kepada para santrinya. Dalam hal ini perannya menjadi sangat besar, mendampingi pembinaan aqidah si santri dalam lingkungan keluarganya.
c. Regenerasi dan Pembinaan Berkesinambungan Pasca TKA-TPA
        Tidak selamanya seorang anak didik menjadi santri. Dia terus berkembang dengan bertambah usia, ilmu dan pengetahuannya, bahkan kemudian menjadi pembantu atau pengganti seniornya dan menjadi seorang ustadz atau ustadzah. Regenerasi inilah yang harus terus berkesinambungan. Estafet ini akan terus berlangsung dan semakin maju apabila pengelolaan TKA-TPA lebih profesional dan bersungguh-sungguh



0 comments: